Melatih Mental Pemimpin - Santri MAN PK MAN 2 Mataram Rutin Gelar Muhadharah Akbar
MATARAM — Suasana asrama MAN PK MAN 2 Mataram bergemuruh pada malam Ahad lalu. Ratusan santri dan santriwati tampak antusias mengikuti agenda bulanan Muhadharah Akbar, sebuah ajang bergengsi yang diselenggarakan rutin satu kali sebulan untuk menguji mental, retorika, dan kepemimpinan santri di atas panggung.
Diarsiteki secara profesional oleh Qism Lughah (Divisi Kebahasaan), ajang rutin ini dikemas dalam konsep formal yang ketat dan sistematis. Pengemasan acara secara terstruktur ini sengaja diterapkan agar para santri terbiasa mengelola acara berskala besar. Highlight utama malam itu diwarnai oleh aksi memukau para penampil Pidato 3 Bahasa (Indonesia, Arab, dan Inggris) yang tampil penuh percaya diri membawakan orasi terbaik mereka.
"Acara ini sangat bagus untuk mengembangkan bakat dan minat santri karena ada entertainment-nya juga, dan Qism Lughah-nya tetap aktif dalam mengevaluasi jalannya acara supaya dapat improve untuk acara selanjutnya," tegas Adyan, santri yang sukses mencuri perhatian sebagai pembawa acara malam itu.
Tak sekadar ajang unjuk kebolehan berbahasa bulanan, Muhadharah Akbar edisi kali ini terasa makin membakar semangat karena dibalut dengan nuansa khusus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia.
Fikr, Ketua Divisi Lughah, mengungkapkan bahwa pengusungan tema kemerdekaan ini disengaja agar senada dengan momen bersejarah 17 Agustus. Sentuhan patriotik langsung terasa dari dekorasi merah-putih yang gagah mengelilingi panggung, kostum bernuansa perjuangan para peserta, hingga bobot materi pidato yang membakar semangat kebangsaan dan peran penting santri bagi masa depan Indonesia.
Melalui evaluasi ketat dan komitmen berkelanjutan dari Qism Lughah di setiap bulannya, Muhadharah Akbar tidak hanya mencetak santri yang mahir berbahasa dunia, tetapi juga konsisten menempa generasi muda yang berkarakter, berwawasan luas, dan berjiwa nasionalis tinggi.
